Pertubuhan IKRAM Malaysia Negeri Pulau Pinang
Sempena Tahun Baru 2015
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Segala pujian bagi Allah. Selawat dan salam kepada
Rasulullah dan ahli keluarganya serta para sahabat sekaliannya. Dan tiada daya
dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Ahli IKRAM yang dirahmati,
Bersyukur kepada Allah kerana diberi nikmat iman dan
Islam. Bersyukur juga kerana Allah izinkan kita melangkah tahun baru Masihi
2015. Sudah semestinya sempena tahun baru, ada yang memperbaharui azam untuk
beramal lebih baik lagi. Tidak kurang pula yang menganggap perubahan tahun kalender tidak mendetik
jiwanya untuk berubah.
Untuk jiwa seperti ini, saya teringat ayat 1 hingga 3
surah al Ankabuut:-
”Alif laam miim.
|
Apakah manusia itu mengira
bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman",
sedang mereka tidak diuji lagi?
|
Dan sesungguhnya Kami
telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang
yang dusta.”
|
Kalimah fatana
yang Allah sebut dalam ayat di atas diterjemahkan sebagai ujian. Orang
Arab menyebut fattana sebagai proses
melebur emas. Segala bendasing dalam proses peleburan itu akan terkeluar dan
dibuang sehingga dapat menghasilkan emas yang tulin.
Dalam artikata lain, manusia yang beriman dan lebih-lebih lagi para du’at pasti akan diuji dengan ‘peleburan’ dalam pelbagai bentuk kesusahan , kesenangan harta, tentangan manusia dan sebagainya. Kita perlu melihat ujian Allah dalam perspektif ia adalah satu proses perubahan diri yang berpanjangan. Proses perubahan yang membersihkan jiwa, menghapus dosa, membuang perangai yang buruk dan akhirnya terhasil jiwa yang lebih produktif yang menguntungkan Islam dan ummah.
Dalam artikata lain, manusia yang beriman dan lebih-lebih lagi para du’at pasti akan diuji dengan ‘peleburan’ dalam pelbagai bentuk kesusahan , kesenangan harta, tentangan manusia dan sebagainya. Kita perlu melihat ujian Allah dalam perspektif ia adalah satu proses perubahan diri yang berpanjangan. Proses perubahan yang membersihkan jiwa, menghapus dosa, membuang perangai yang buruk dan akhirnya terhasil jiwa yang lebih produktif yang menguntungkan Islam dan ummah.
Dalam konteks akhir zaman ini, kita sedar kita berada
di zaman fitnah, kegelapan dan kesamaran iman yang dahsyat sehinggakan nabi
menyebut dalam satu hadith yang bermaksud,
“Bersegeralah
dengan melakukan amal-amal! Sebelum berlaku fitnah seperti kegelapan akhir
malam yang gelita, (di mana) seorang lelaki itu beriman pada waktu pagi dan
menjadi kafir pada waktu petang atau ia beriman pada waktu petang dan menjadi
kafir pada waktu pagi. Dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia” (Riwayat Imam Muslim)
Maka, saya menyeru kepada semua ahli Pertubuhan IKRAM
Malaysia serta masyarakat Islam umumnya, marilah kita pertingkatkan amal. Tidak
perlu tunggu tahun baru, tidak perlu menanti musibah menimpa, teruslah menanam
benih-benih amal yang akan membuahkan hasilnya di akhirat.
Kita ada medan-medan tarbiyah dan amal yang pasti
menyibukkan dan mengisi masa kita. Wadah-wadah i-Bantu, Hidayah
Centre, sekolah-sekolah IKRAM-Musleh, Koperasi Persaudaraan Ummah, GEMA, Dakwah
Kampus, Masyarakat Madani dan lain lagi menunggu penglibatan kita. Kita ada
peranan dalam usaha dakwah dan tarbiyah yang menuntut komitmen yang
bersungguh-sungguh untuk membangun jamaah.
Dalam kesibukan, kepayahan dan kesungguhan disertai
dengan keikhlasan mutlak lillahi ta’ala,
kita melalui proses ‘peleburan’ yang
akhirnya terbentuk da’ei yang bersih jiwa, hati yang mutma’innah dan insya Allah
ke Jannah yang kekal abadi. Itulah matlamat akhir kita.
Semoga tahun baru membuka lembaran kehidupan yang
lebih mulia dan lebih banyak amal Islami. Saya mendoakan agar Allah membuka
pintu hidayah dan inayah agar kita sentiasa dalam istiqamah
dalam amal jam’ie berdakwah dan mentarbiyah sehingga akhir hayat.
Ameen ya
robbal ‘alameen.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh.


No comments:
Post a Comment