Thursday, 1 January 2015

| BICARA YDP | Perutusan Tahun Baru 2015


Ir JAMALUDDIN BIN ABDULLAH

Ucapan Yang DiPertua
Pertubuhan IKRAM Malaysia Negeri Pulau Pinang 
Sempena Tahun Baru 2015

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Segala pujian bagi Allah. Selawat dan salam kepada Rasulullah dan ahli keluarganya serta para sahabat sekaliannya. Dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

Ahli IKRAM yang dirahmati,

Bersyukur kepada Allah kerana diberi nikmat iman dan Islam. Bersyukur juga kerana Allah izinkan kita melangkah tahun baru Masihi 2015. Sudah semestinya sempena tahun baru, ada yang memperbaharui azam untuk beramal lebih baik lagi. Tidak kurang pula yang menganggap  perubahan tahun kalender tidak mendetik jiwanya untuk berubah.

Untuk jiwa seperti ini, saya teringat ayat 1 hingga 3 surah al Ankabuut:-




”Alif laam miim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Kalimah fatana  yang Allah sebut dalam ayat di atas diterjemahkan sebagai ujian. Orang Arab menyebut fattana sebagai proses melebur emas. Segala bendasing dalam proses peleburan itu akan terkeluar dan dibuang sehingga dapat menghasilkan emas yang tulin.

Dalam artikata lain, manusia yang beriman dan lebih-lebih lagi para du’at  pasti akan diuji dengan ‘peleburan’ dalam pelbagai bentuk kesusahan , kesenangan harta, tentangan manusia dan sebagainya. Kita perlu melihat ujian Allah dalam perspektif ia adalah satu proses perubahan diri yang berpanjangan. Proses perubahan yang membersihkan jiwa, menghapus dosa, membuang perangai yang buruk dan akhirnya terhasil jiwa yang lebih produktif yang menguntungkan Islam dan ummah.

Dalam konteks akhir zaman ini, kita sedar kita berada di zaman fitnah, kegelapan dan kesamaran iman yang dahsyat sehinggakan nabi menyebut dalam satu hadith yang bermaksud, 

“Bersegeralah dengan melakukan amal-amal! Sebelum berlaku fitnah seperti kegelapan akhir malam yang gelita, (di mana) seorang lelaki itu beriman pada waktu pagi dan menjadi kafir pada waktu petang atau ia beriman pada waktu petang dan menjadi kafir pada waktu pagi. Dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia”                      (Riwayat Imam Muslim)

Maka, saya menyeru kepada semua ahli Pertubuhan IKRAM Malaysia serta masyarakat Islam umumnya, marilah kita pertingkatkan amal. Tidak perlu tunggu tahun baru, tidak perlu menanti musibah menimpa, teruslah menanam benih-benih amal yang akan membuahkan hasilnya di akhirat. 

Kita ada medan-medan tarbiyah dan amal yang pasti menyibukkan dan mengisi masa kita. Wadah-wadah i-Bantu, Hidayah Centre, sekolah-sekolah IKRAM-Musleh, Koperasi Persaudaraan Ummah, GEMA, Dakwah Kampus, Masyarakat Madani dan lain lagi menunggu penglibatan kita. Kita ada peranan dalam usaha dakwah dan tarbiyah yang menuntut komitmen yang bersungguh-sungguh untuk membangun jamaah.

Dalam kesibukan, kepayahan dan kesungguhan disertai dengan keikhlasan mutlak lillahi ta’ala,  kita melalui proses ‘peleburan’ yang akhirnya terbentuk da’ei yang bersih jiwa, hati yang mutma’innah dan insya Allah ke Jannah yang kekal abadi. Itulah matlamat akhir kita.

Semoga tahun baru membuka lembaran kehidupan yang lebih mulia dan lebih banyak amal Islami. Saya mendoakan agar Allah membuka pintu hidayah dan inayah agar kita sentiasa dalam  istiqamah dalam amal jam’ie berdakwah dan mentarbiyah sehingga akhir hayat. 
Ameen ya robbal ‘alameen.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh.

No comments:

Post a Comment